oleh

Oknum Polres Rokan Hilir “Terima Setoran” Judi Jackpot Aman

Rokan Hilir (RIAU) wartaposgroup –,  Judi mesin Jacpot, marak di rokan hilir provinsi Riau, malah di hari HUT Kemerdekaan RI ke-74, judi mesin Jackpot tetap ber-aktivitas berjalan aman 17/08/2019.

Invistigasi DPW LSM PENJARA Provinsi Riau dilapangan menemukan maraknya judi mesin (Jackpot) beberapa hari lalu, ditemukannya Judi Jenis Mesin (JACPOT) tampak berjalan aman tampa rasa takut terkena sanksi hukum.

“Kapolres rokan hilir tidak becus memberantas aktivitas terlarang (Perjudian) di Wilayah Hukum Polres Rokan Hilir, buktinya kita temukan judi mesin marak, Jackpot di rokan hilir ini” Jelas Ketua DPW LSM PENJARA Riau.

Lapak perjudian Jackpot di Simpang pujut kecamatan bagan senembah saat di datanggi DPW LSM PENJARA Provinsi Riau, “J” mengaku telah memberikan sejumlah uang (Setoran) kepihak oknum polsek dan oknum Polres Rokan Hilir dan mesin jackpot milik sitanggang dari medan sebagai kordinator lapangan untuk wilayah kecamatan bagan senembah dimotori oleh sembiring.

“Mirisnya lagi, oknum pembuka lapak judi mesin Jackpot terang terangan mengatakan bahwa “Kami Sudah Berikan Setoran Kepada Polsek dan Polres” hal ini sunguh mencoreng nama institusi, pantas saja marak judi di rokan hilir dan “J” mengaku mesin jackpot adalah milik sitanggang dari medan sebagai koordinator lapangan Jackpot untuk wilayah kecamatan bagan senembah dimotori oleh sembiring“ Kata Ketua DPW LSM PENJARA Riau lagi.

Selain itu, pihak polsek bagan senembah komp. Asmar dan polres rokan hilir AKBP. Sigit saat di klarivikasikan dan di kompirmasikan via hand phone selulernya pentolan penegak hukum itu tidak merespon setelah tau apa yang di pertanyakan masyarakat terhadapnya.

“Kita selaku masyarakat sangat menyesali tindakan oknum penegak hukum seperti kapolsek bagan sinembah dan kapolres rokan hilir, saat di hubunggi melalui via hand phone masing masing polsek : 0812-6631-8xxx dan Kapores : 0812-7077-9xxx tidak menangapi apa yang di pertanyakan tentang marak judi di wilayah hukumnya. Begitu pula dengan kapolres rokan hilir saat menerima telpon dan setelah tau apa yang di pertanyakan lansung menutup hand phone selulernya, nampaknya mereka terusik dengan kenyamanan menerima upeti dengan mengangkanggi undang – undang pasal 303 ” pungkas Ketua DPW LSM PENJARA Riau (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed